92. Takut Kehilangan

1016 Words

Alicia berlari tanpa berani menoleh lagi. Langkah kakinya menyusuri jalan sempit di belakang mansion, jalur kecil yang jarang dilewati orang luar. Jalan itu biasa digunakan para pelayan untuk keluar masuk kota, membawa barang, membeli keperluan, atau mengantar sesuatu tanpa menarik perhatian. Gelap, lembap, dan dipenuhi semak, tetapi Alicia mengenalnya dengan baik. Dulu, saat masih tinggal di mansion, Ana sering mengajaknya melewati jalan ini. “Lewat sini, Nak… supaya tidak terlihat,” suara Ana seolah masih terngiang di telinganya. Air mata Alicia jatuh tanpa bisa ditahan. Napasnya tersengal, dadanya terasa sesak seolah diremas tangan tidak terlihat. Setiap langkah membawa rasa sakit yang lebih tajam dari luka fisik mana pun. “Ibu…” lirihnya pecah, di sela isak yang tertahan. Bayangan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD