88. Saat Dendam Kalah oleh Cinta

1062 Words

Namun keadaan tidak berpihak pada mereka. Di balik ilalang yang tinggi, darah Zack menetes perlahan,jatuh ke tanah, membasahi daun-daun liar. Awalnya hanya setitik, lalu semakin jelas. Merah kontras di antara hijau dan pekat malam. “Sial…” desis salah satu orang Teratai Hitam, berjongkok dan menyentuh noda darah itu. “Dia terluka. Mereka ke arah sini.” Langkah kaki mulai menyebar, mengepung. Suara desing senjata terdengar semakin dekat. Alicia menyadarinya lebih dulu. Wajahnya memucat. Tangannya refleks menekan luka Zack, seolah bisa menghentikan darah itu dengan kemauan saja. “Kita ketahuan…” bisiknya panik. Zack mengertakkan gigi, rasa sakit membuat penglihatannya mulai kabur. “Alicia… kalau nanti mereka menemukan kita… kamu lari. Jangan pedulikan aku.” Alicia menatapnya tajam,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD