Ana akhirnya berdiri dari sofa. Wajahnya sudah tidak sekeras tadi, tapi tetap saja menunjukkan seorang ibu yang rela menjadi jahat agar anaknya selamat. “Alic, masuk kamar. Berkemas. Kita pergi malam ini juga sebelum Tuan Juan kembali.” Nada suaranya tidak memberi ruang bantahan. Alicia terkejut. “Bu… malam ini?” “Ya. Tidak ada waktu lagi.” Tanpa menunggu jawaban, Ana mengambil tas Alicia dari meja dan menyerahkannya padanya. Gestur itu sederhana, tapi bagi Alicia terasa seperti hukuman. Dengan langkah berat dan tubuh lemas, Alicia masuk ke kamar. Begitu pintu tertutup, kekuatannya hilang. Alicia jatuh berlutut di dekat tempat tidur, kedua tangannya menutupi wajah. Tangis itu akhirnya pecah, tangis yang sejak tadi ia tahan di depan Ana. Ia mencoba memasukkan pakaiannya ke dala

