"Hari ini sesuai dengan intruksi semalam?" Tanpa ragu Zaffan mengangguk. Apa yang semalam diperintahkan, sebisa dan sebaik mungkin sudah dia lakukan. Seperti hari ini, sejak pagi dia bersama Andrew sudah menghandel masalah kantor, memantau Prawira serta Sella. "Sella bagaimana? Kau bertemu?" "Betul, Tuan. Sella masih berada di rumah Prawira, saya pun sempat bertemu. Dia bertanya perihal kondisi Tuan, dia juga bilang kalau masih ingin menginap di sana. Itu semua karna kondisi Prawira sering drop." Mendengar itu William hanya menganggukan kepala. Telinga boleh saja mendengarkan Zaffan, tetapi tangan dan fokus matanya tertuju pada layar ponsel. Seperti, pembahasan soal Sella tidaklah terlalu penting, karena ada hal yang jauh lebih penting. "Siapkan mobil, lima menit lagi saya mau pergi.

