Dua perawat yang awalnya ingin membantu, tiba-tiba menghentikan semuanya. Tanpa perintah kedua kali, mereka pamit ke luar dari dalam ruangan. Kini ruangan bernuansa putih itu kembali hening seperti tidak ada manusia. Tatapan William masih tertuju pada Sella sepenuhnya. Semua penjelasan, kata-kata dokter, semua berputar di dalam kepala. Sampai detik ini William masih tidak percaya kalau Sella benar-benar hamil. Kalau sudah begini, apa semua misinya masih akan tetap berjalan? Kabar soal keterlibatan Edward saja masih mengusik hati, sekarang ditambah kabar kehamilan. Ayolah, ini sangat memusingkan otak. Walaupun tahu ada janin berkembang di dalam perut Sella, pandangan William masih tetap sama. Dendam tanpa rasa cinta. "Kau tahu betul kalau saya paling benci dengan orang lemah plus merepot

