"Jadi, bisa kita lanjutkan pembicaraan di mobil tadi? Kamu beluk jawab soal pertama kali ketemu sama William. Lalu ... kapan kalian menikah? Tolong jangan tutupi apapun, kita bicara sebagai sesama wanita. Aku butuh penjelasan detail dari dua pihak." Sella masih terdiam, tatapannya terus tertuju pada sesosok wanita cantik di depannya. Wajah wanita bernama Biel itu sulit sekali Sella deskripsikan secara kilat. Karena dari raut itu semua tergambar. Ada kemarahan, kesakitan, bahkan kesedihan mendalam. Sella juga bisa melihat kedua mata Biel memerah, tetapi dia bisa menahan laju air matanya. Jika sudah seperti ini, apa yang harus Sella jawab? Bisa dikatakan keduanya sama-sama korban, akan tetapi ... rasa bersalah Sella seketika mencuat kepada Biel. "Kenapa kamu diam?" "Aku bingung mau jawab

