Bunda Gayatri enggan sekali melepas kepergian sang putri dari rumah ini. Selama hampir dua puluh delapan tahun ini, Mita selalu berada dekat dalam jangkauannya. Sekarang begitu Mita menikah, rumah jadi sepi karena putrinya harus mengikuti suaminya. "Janji ya, Mita harus sering-sering mengunjungi Bunda," ucap Bunda Gayatri masih memeluk putrinya. "Iya, Bunda. Mita janji." "Ya, sudah. Hati-hati di jalan. Nak Dokter, Bunda titip Mita, ya? Jika Mita nakal, jewer saja telinganya. Soalnya putri Bunda ini suka sekali membantah, sikapnya juga terkadang aneh, dan bicaranya suka ngasal." Mita mencebik mendengar Bunda menistakannya di hadapan Johan. "Aku ini beneran anak kandung Bunda apa bukan sih! Kenapa Bunda harus membuka aibku di depan Mas Dokter." "Biar Nak Dokter tidak kaget menghadapimu,

