Johan menelan ludah kasar. Pandangan matanya masih tertuju pada Mita yang tampak terlibat obrolan dengan Arfa. Sesekali wanita itu tersenyum lalu tertawa. Hei, segitu bahagianya Mita jika bersama orang lain? Fix, Johan cemburu. Dia jadi tidak rela jika tawa Mita ditujukan untuk lelaki lain dan bukan dirinya. Hatinya panas melihat itu. Belum lagi ditambah dengan Indra yang juga tak lepas memandang intens pada istrinya dengan senyuman merekah lebar. Lelaki yang merupakan rekan sejawatnya itu maju selangkah. Namun, berhasil dicegah oleh Johan dengan menarik kemeja Indra di bagian lengan belakang. "Mau ke mana lu?" Johan bertanya dengan nada tidak suka. Tapi, Indra tak merasa. "Ya, mau ke sana lah. Kenalan sama bidadari surga. Selagi ada kesempatan, tidak akan aku sia-siakan." Indra melang

