"Ya, Tuhan! Lucunya. Kamu ganteng banget sih, Dek. Aunty jadi nggak sabar pengen nyulik kamu." Mita masih juga sibuk mengagumi bayi mungil yang masih lelap di dalam boks bayinya. Sementara Moza, wanita itu sedang duduk bersandar sembari tertawa melihat tingkah laku sahabatnya. Moza sudah ditempatkan di ruang perawatan ketika malam harinya Mita kembali ke rumah sakit mengunjungi sahabatnya itu. Sakha yang duduk di tepi ranjang mendampingi sang istri tertawa. "Culik aja Mit jika kamu mau. Nanti aku dan Moza bikin lagi." Mita mencebik. "Itu sih maunya Pak Sakha. Ngehamilin Moza terus." Tak hanya Sakha saja yang tertawa tapi Moza pun sudah cekikikan. Hanya Johan yang geleng-geleng kepala melihat tingkah laku istrinya. Andai saja bayi itu tidak sedang tidur, pasti Mita sudah menggendongny

