BAB 62

1400 Words

Andai kondisi tubuhnya sedang fit, mungkin Moza akan menyeret Sakha agar keluar dari dalam kamarnya. Sayanganya, kepala yang masih pening menahan Moza untuk tidak terbawa emosi yang berkahir hanya menguras energinya saja. Namun, Moza juga tidak bisa membiarkan Sakha tidur di dalam kamarnya. Moza tidak terbiasa tidur dengan orang lain apalagi pria asing seperti Sakha. "Bapak ngapain mau tidur di sini segala. Kamar bapak di sebelah. Tolong jangan ganggu saya, Pak. Kepala saya ini pusing. Bisa makin pening jika ada bapak di sini." "Justru karena kamu sedang sakit, saya tidak tenang meninggalkan kamu tidur sendirian di sini. Saya hanya akan menemanimu di sini dan berjaga-jaga andai kamu membutuhkan sesuatu nanti." Tak mau berdebat. Moza ingin sekali lekas tidur karena hanya itu satu-satunya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD