Rasa masa silam

2037 Words

Setelah terlihat Barra menjauh, Farra buru-buru mendekat kearah Sasya dan berbisik ke telinga Sasya. "Nyonya, siang ini Tuan akan mengajak Nyonya makan siang. Dan rencana Tuan akan menjemput Nyonya di kantor, tapi Tuan melarang untuk menginformasikan ke Nyonya, karena Tuan ingin melakukan surprise..." bisik Farra membuat Sasya membelalakkan matanya seketika. "Apa? Suamiku mau ke kantor? Ngapain?" Sasya mengerutkan dahinya berfikir keras. "Dalam rangka apa dia kekantor? Gak pernah begitu, apakah dia mau pencitraan di sini? Atau gimana?" tanya Sasya lagi menatap Farra dengan tatapan bingung. "Beliau hanya ingin memberikan surprise Nyonya. Dan itu di luar agenda politik..." bisik Farra membuat Sasya menghela nafas perlahan, terlihat sekilas kekecewaan di matanya. "Coba Nyonya hubungin saj

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD