Barra dan Sasya

2521 Words

Mata merah Nissa membuat sang ibu sedikit bergetar melihatnya dan dia seketika merasa bersalah karena telah menyakiti putri kesayangannya yang selama ini menjadi tumpuan harapan baginya. “Ma-maafin mama nak. Mama tidak bermaksud untuk menyakitimu, mama hanya khilaf, mama tidak merasa dia mempermainkan mama, sehingga mama merasa yakin, mama dan dia hanya butuh waktu saja. Kita kasih kesempatan untuknya nak, mama juga tidak tahu harus bagaimana menghadapi dia, saat ini dia masih belum memiliki jalan, dia juga ingin bersama dengan mama nak, tapi keadaan yang belum berpihak pada mama…” ucap sang ibu sembari mengucurkan air mata yang deras karena kesedihan hatinya yang tengah di rundung dilemma karena masalah percintaannya dnegan pria yang masih menyandang status suami wanita lain. Dia juga ti

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD