Bab 89 : Kesibukan Yang Membuat Sesak

1165 Words

Ruang kerja Zeya terang oleh cahaya siang yang menyeberang lewat tirai tipis. Tumpukan map tertata rapi di sisi meja, sementara layar laptop menampilkan daftar prioritas hari itu. Ia menutup satu berkas, memberi paraf terakhir, lalu menyandarkan punggung. Sekretarisnya mengetuk pelan sebelum masuk. “Izin, Bu. Ini revisi kontrak vendor yang kemarin,” ucapnya, meletakkan map biru di tepi meja. “Jadwal rapat jam dua sudah dikonfirmasi. Selain itu, tim legal minta arahan singkat untuk redaksi jawaban media.” Zeya mengangguk. “Baik. Untuk vendor, kita setujui dengan catatan pembayaran bertahap,” ujarnya tenang. “Legal tetap pada satu halaman jawaban, jangan melebar. Fokus ke inti.” Sekretaris mencatat cepat. “Siap, Bu.” Zeya membuka map biru, meneliti dua halaman teratas. “Kasih highlight d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD