"Karena lagi-lagi Tuhan memberinya matahari, si cahaya yang memiliki durasi. Si penerang yang jika sudah tiba waktunya, akan kembali tenggelam dan menghadirkan gelap yang panjang. Terus berulang entah hingga kapan." -Author- *** Hujan turun begitu deras diikuti petir yang tak henti-hentinya menyambar bumi. Suhu dingin terasa menusuk serta suasana sunyi seolah menjadi pelengkap kepedihan yang bersarang dalam hati Davi. Sosok itu termangu diatas tempat tidurnya, bersandar pada kepala ranjang yang beralaskan bantal. Lampu kamar sengaja ia matikan, menyisakan cahaya tamaram dari lampu tidur. Membuatnya terlihat seperti misterius di tengah kegelapan. Tatapannya kosong, sorot matanya terlihat hampa. Sudah satu minggu ia tak melakukan apa-apa. Hanya berdiam diri di kamar seperti orang yang

