Freelancer Kotor

932 Words

Hari itu seharusnya berjalan seperti biasa. Setelah pertemuan dengan Arman, semuanya terasa lebih terarah, lebih rapi, seolah kami akhirnya berada di jalur yang benar. Namun justru karena itulah, aku semakin sadar bahwa kami sedang berjalan di garis tipis. Sedikit saja salah langkah, semuanya bisa runtuh. Aku dan Reva menghabiskan hampir setengah hari di ruang analisis, menelusuri ulang setiap detail yang kami punya. Rekaman CCTV yang kudapatkan, laporan penggerebekan, hingga data transaksi yang mulai mengarah ke perusahaan-perusahaan cangkang milik Rendra. Semua kami bongkar ulang, kali ini dengan sudut pandang yang berbeda. Bukan lagi sekadar mencari kesalahan, tapi mencari pola. Reva berdiri di depan papan tulis, menuliskan beberapa nama dan garis yang saling terhubung. Rambut

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD