Saksi dan Sinyal yang Tak Terucap

1113 Words

PoV Bagas Pagi datang lebih cepat dari yang kuharapkan. Aku sudah berada di kantor ketika matahari bahkan belum benar-benar tinggi. Udara masih terasa dingin, dan lorong gedung belum seramai biasanya. Beberapa staf lalu-lalang dengan langkah cepat, membawa berkas atau sekadar menyapa singkat. Namun, pikiranku masih tertinggal di malam sebelumnya. Tentang saksi itu. Tentang pengakuannya. Dan tentang satu nama yang kembali muncul, Rendra. Aku mendorong pintu ruang briefing dan langsung melihat Reva sudah ada di dalam. Dia berdiri di depan papan tulis, rambutnya diikat seadanya. Satu tangan memegang spidol, sementara tangannya yang lain memegang tablet. Beberapa titik dan garis sudah tergambar, menghubungkan satu kejadian ke kejadian lain. Reva menoleh begitu menyadari kehadirank

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD