Mobil melaju pelan di bawah langit yang mulai berubah warna. Senja turun perlahan, menyisakan cahaya keemasan yang memantul di kaca depan. Jalanan di perbatasan itu sepi. Kami sudah menyelesaikan semuanya. Keluarga saksi sudah aman. Identitas baru, tempat tinggal baru, dan pekerjaan baru. Dunia lama mereka perlahan ditinggalkan, meski luka itu jelas tidak akan pernah benar-benar hilang. Aku bersandar di kursi, menghela napas panjang. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, dadaku terasa tidak sesak. Reva duduk di sampingku. Diam seperti biasanya kalau pikirannya sedang penuh. Namun kali ini, diamnya berbeda. Aku meliriknya. “Capek?” Dia menggeleng pelan. “Bukan capek, cuma lagi mikir.” “Mikir apa?” Reva menoleh. Tatapannya tidak lagi setajam biasanya, lebih lembut dan lebih te
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


