Asmara

1004 Words

“Dingin?” tanyaku. Reva mengangguk kecil. “Sedikit.” Tanpa banyak bicara, aku membuka jaketku dan menyampirkannya ke pundaknya. Reva menoleh. “Lo?” “Gue nggak kenapa-kenapa.” Reva memperhatikan wajahku beberapa detik, lalu menarik jaket itu lebih rapat ke tubuhnya. “Thanks.” Kami berhenti tidak jauh dari air. Ombak datang, menyentuh pasir, lalu kembali lagi. Reva menatap laut. “Aneh,” katanya pelan. “Apanya?” “Kita di sini.” Aku tersenyum tipis. “Lo yang bilang gue aneh.” “Iya. Dan gue tetap di sini.” Aku menoleh ke arahnya. “Berarti lo lebih aneh.” Reva terkekeh kecil. Angin kembali meniup rambutnya hingga menutupi sebagian wajah. Aku refleks mengangkat tangan, menyelipkannya ke belakang telinga. Kali ini dia tidak kaget atau menghindar. Dia hanya menatapku dekat. Untuk b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD