Seragam dan Luka

1170 Words

PoV Bagas Hari pertama aku mengenakan seragam itu, aku berdiri cukup lama di depan cermin. Bukan karena kagum, lebih karena mencoba percaya bahwa aku benar-benar sampai di titik ini. Kain cokelat muda itu masih terlihat baru. Lipatannya tegas. Sepatu hitam mengilap seperti belum pernah menyentuh debu jalanan. Di d**a kiriku terpasang papan nama sederhana. BAGAS. Hanya satu kata. Namun, tapi di baliknya ada terlalu banyak hal. Janji kehilangan dan satu malam yang tidak pernah bisa kulupakan. Aku menarik napas panjang. “Ibu… aku berhasil,” gumamku pelan. Tidak ada yang menjawab. Namun, entah kenapa, untuk sesaat aku merasa tidak sendiri. Masa pendidikan bukan hal mudah. Bangun sebelum matahari terbit. Lari berpuluh putaran. Latihan fisik yang membuat otot terasa seperti robek. Juga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD