Kekompakan Keluarga

1265 Words

Sejak putri kecil kami lahir, kehidupan Mas Mahen berubah total. Pria yang biasanya sibuk dengan rapat, laptop, dan berkas perusahaan, sekarang lebih sering terlihat menggendong bayi. Seperti pagi ini, saat aku sedang mandi, suara tangisan Tiva terdengar nyaring. Belum sempat aku keluar, sudah terdengar suara Mas Mahen yang berusaha menenangkannya. “Ssshh, Sayang, jangan nangis. Papi ada di sini, kok. Katanya mau jadi anak pintar? Masa baru ditinggal sebentar sama Mami udah heboh begini,” ucapnya pelan. Aku sedang membayangkan wajah panik Mas Mahen saat berusaha menenangkan Tiva agar berhenti menangis. Dari balik pintu kamar mandi, samar-samar kudengar lagi suara Mas Mahen, kali ini lebih lucu. “Adek, jangan bikin Mami panik, ya. Kalau Mami keluar buru-buru, nanti mandinya nggak bersih

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD