Padahal beberapa puluh menit lalu mereka masih tertawa bahagia, menikmati kebersamaan berburu kado buat Genta dan belanja seabrek keperluan bayi. Masih bercanda tentang hobi baru Rhea yang ketularan Riksa menyukai si domba Shaun. Tapi, seketika bahagia mereka berubah jadi tangis panik Riksa dan Thea, juga rintih kesakitan Rhea. Aben menyetir mengikuti polisi di depan yang membantu mereka membuka jalan. Jantungnya berdegup menggila. Tangannya sampai gemetar mencengkram erat roda kemudi saking khawatir dengan keadaan Rhea yang pendarahan. Apa yang harus dikatakan ke Genta nanti? Sahabatnya itu sudah mempercayakan keselamatan istri dan anaknya, tapi malah dia yang membuat Rhea, Riksa dan yang lain dalam bahaya. Kepalanya mendidih terasa seperti mau meledak. Bahkan, mesti tidak melihat rupa

