Juna sampai lupa cara bernafas. Jantungnya berdegup menggila. Percayalah, ini kali pertama dia merasa setakut itu. Sama sekali tidak pernah terbayang olehnya, kalau omnya ternyata adalah mafia di dunia nyata. Semua persis seperti di film-film yang pernah ditontonnya. Dari gudang rahasia bawah tanah, tumpukan senjata api, penjara tersembunyi, juga ruang penyiksaan yang begitu mengerikan. Sintingnya lagi, para sepupunya seperti sudah biasa dengan tempat ini. Terlebih Jingga yang begitu mahir memegang senjata api barusan. Dia tidak bodoh! Hanya orang-orang yang menjalani latihan khusus dan memang biasa menggunakan senjata, bisa secekatan itu. OK! Sekarang dia paham kenapa dulu Jingga, Liam, juga Biru ikut gemblengan khusus di tempat Opa Bimo. Salah satu pemilik perusahan keamanan terbesar,

