Cinta Pengganti~51

1536 Words

Sambil terus berjalan, Duta menoleh ke arah koridor yang baru ditinggalkannya. Ia menggaruk kepala, lalu melihat satu tangannya yang berada di gandengan Garry. Bukankah, seharusnya mereka tidak melewati koridor sama sekali? Jika ingin menemui Kiya, Garry seharusnya pergi menuju lift yang berada tidak jauh dari restoran. Namun, mengapa ayahnya justru mengajak Duta ke lobi? “Ayah, aku tahu kamarnya bunda.” Duta sempat mengira, Garry sudah tahu di mana kamar Kiya saat ini. Namun, ketika mereka berjalan ke arah yang berlawanan, di situlah Duta mulai kebingungan. “Kita harus naik lift dulu.” “Nggak perlu,” kata Garry lalu menoleh pada Duta dengan senyuman hangat. “Nanti bunda pasti nyusul kita.” “Tapi, bunda kan, mau nikah bentar lagi, Yah?” Duta semakin bingung, karena ucapan Garry kini be

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD