Cinta Pengganti~41

1136 Words

“Duta sudah tidur.” Kiya menghela lelah, kemudian duduk di samping Gilang dengan menjaga jarak. Ia baru saja keluar dari kamar Duta dan menemani putranya itu sampai tertidur lelap. Setelahnya, barulah Kiya menemui Gilang yang tidak langsung pulang ketika mengantarnya. Pria itu memaksa mampir ke rumah Kiya, karena ada yang ingin dibicarakan lebih lanjut. “Harusnya, Mas Gilang itu bisa lebih sabar lagi,” lanjut Kiya sembari menumpu satu sisi kepala, dengan siku yang berada di atas punggung kursi. “Duta itu masih syok dengan masalah tadi pagi, tapi sudah ditodong begitu. Gimana anak nggak pusing, Mas.” “Tadinya, aku cuma mau memanfaatkan situasi,” terang Gilang ingin menjelaskan maksudnya pada Kiya. “Tapi, mana aku tahu kalau Duta sampe nangis begitu.” Kenapa Gilang harus jatuh cinta deng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD