Duta pernah jalan bertiga dengan Gilang, juga Kiya ke pusat perbelanjaan kala itu. Agendanya juga tidak jauh berbeda, dari berkeliling dan cuci mata, makan, juga bermain sebentar. Namun, apa yang dilakukannya malam ini sangat-sangat berbeda. Duta masuk ke sebuah butik dan mendapat pelayanan yang sangat istimewa. “Coba ambilkan satu ukuran di atas yang ini, Mbak,” pinta Gilang saat melihat kemeja putih yang dikenakan Duta terlihat sesak. Saat ini, Gilang tengah mencarikan Duta satu setel tuxedo, yang akan dikenakan pada resepsi pernikahannya nanti. “Banyakin olah raga habis ini, ya,” kata Kiya segera berlutut di hadapan Duta, dan membantu putranya membuka kancing kemeja agar lebih cepat. Duta mengangguk-angguk sambil menggaruk kepala. “Tapi capek, Bun.” Gilang tertawa, tetapi tetap dudu

