“Yesss!” Gilang menjerit, tetapi hanya di dalam hati. Ia tetap bersikap santai dan tidak berlebihan ketika Kiya memberinya satu jawaban yang menjadi akhir dari perjalanannya. “Tapi, Duta gimana? Nggak papa kan, kalau bunda nikah sama om Gilang?” Napas Gilang tertahan, ketika mendengar pertanyaan dari Dianti pada Duta. Gilang baru menyadari, perjalanannya bisa terhalang bila Duta sampai tidak merestui. Terlalu fokus dengan jawaban Kiya, membuat Gilang sampai melupakan Duta yang masih berdiri di sampingnya. Gawat! Jangan sampai Duta berkata tidak, karena bocah itu sangat menyayangi ayah kandungnya. “Saya …” Duta mengangkat wajah. Melihat wajah Gilang yang kini juga memandangnya. Untuk beberapa detik, Duta hanya terdiam dan menatap wajah yang selalu saja terbuka ketika bersamanya. Gilang

