Nadia meriang semalaman, Fahmi sampai tidak bisa tidur untuk menjaga dan merawat Nadia. "Nadia ayo kita dokter sekarang, kamu sedang sakit demam meriang begini." ajak Fahmi dengan wajah cemas. "Aku minum obat demam biasa aja mas, bentar lagi juga sembuh, " tolak Nadia. Dia ingin mengajar hari ini, kasihan para santriwati jika dia tidak masuk. "Jangan keras kepala Nadia. Kalau kondisimu semakin memburuk bagaimana? ayo ikut bersamaku, " Fahmi tetap memaksa Nadia untuk ke dokter sebelum kondisinya lebih buruk dari ini. Dia menggendong tubuh Nadia ala bridal lalu memasukkannya ke dalam mobil. Setelah itu dia juga ikut masuk dan mengendarai mobilnya menuju ke klinik dokter terdekat. Sesampainya di klinik, Fahmi menuntun Nadia keluar dari mobilnya dan mengambil nomor antrian. Setelah itu

