Menjadi Ustadza Tersohor

1109 Words

Nadia menatap nanar gundukan makam suaminya yang masih basah. Alam pun seakan ikut bersedih saat mengiringi pemakamannya. Hujan turun dengan deras membasahi bumi, bergemuruh seperti hatinya saat ini. Air matanya telah kering, dia masih berada disana membawa penyesalan yang akan selamanya dia bawa sampai mati. "Nadia ayo pulang nak kasihan bayimu dirumah sakit, " ajak mama Hesti sambil merangkul menantunya itu. "Mas Hafiz pasti kedinginan dan kesepian ma, " ucap Nadia tanpa memalingkan pandangannya dari makam Ustadz Fahmi. "Fahmi sekarang sudah tenang Nadia, dia sudah berada di Surganya Allah bersama dengan orang-orang yang beriman dan bertaqwa. Mama sudah ikhlas Fahmi pergi meninggalkan kita. Dunia ini hanya sementara sayang. Kelak kalian akan bertemu kembali InsyaAllah. Kamu juga ha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD