"Walaikum Salam Ustadz Hafiz," Nadia tidak menyangka kalau dia akan bertemu dengan Ustadz Hafiz di toko buku ini. Yang menjadi perhatiannya adalah buku novelnya yang dipegang oleh Ustadz Hafiz saat ini. Ustadz Hafiz sepertinya menyadari kalau Nadia sedang menatap buku novel yang sedang dipegang olehnya, " Aku adalah penggemarmu, semua novelmu bagus-bagus. " Wajah Nadia tersipu saat mendengarnya, " Sejak kapan pak Ustadz menjadi penggemarku? " "Sejak kamu menerbitkan buku pertamamu yang judulnya Istri Nakal Pak Ustadz, " jawab Ustadz Hafiz. Nadia teringat saat kak Hulya menceritakan kalau Ustadz Hafiz suka mengkoleksi buku-buku novelnya. Dia tidak menyangka mantan suaminya itu masih membaca karya-karyanya sampai sekarang, "Terima kasih pak Ustadz, aku benar-benar tersanjung mendenga

