Duka dan Nestapa

1131 Words

"Tidak ada apa-apa mas, aku hanya.. hanya mual mual mas. Aku nggak tahan nyium bau parfum orang di dalam sana, " jawab Nadia terpaksa berbohong. "Kenapa nggak minta anterin mama ke kamar saja? disini kan dingin. Ayo aku antar ke kamarmu, " ajak Fahmi sambil menuntunnya masuk ke dalam kamar. Nadia merasa bersalah pada Ustadz Fahmi karena sudah menangisi pria lain. Entah kenapa sulit baginya untuk melupakan Ustadz Hafiz di dalam hatinya. Sesampainya di kamar, Ustadz Fahmi merebahkan tubuhnya dengan hati-hati di atas ranjang. Dia memijat pelan kaki Nadia yang sedikit membengkak, " Apa pijatan ku enak? " Nadia mengangguk sambil memejamkan matanya menikmati pijatannya, " Iya enak mas. " Tangan Ustadz Fahmi malah usil bergerak semakin ke atas hingga menyentuh pahanya. Sontak Nadia langsu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD