"Nadia, " panggil Fahmi. Nadia melepas pelukannya pada Umi Ainun dan melihat Fahmi ada di belakangnya, "Mas Fahmi.. " Fahmi menghampiri mereka dengan perasaan cemas apalagi saat melihat leher Nadia yang diperban, " Lehermu tidak apa- apa? maaf aku baru sampai sekarang. " Nadia mengangguk, " Iya aku baik-baik saja kok. Mas tidak perlu khawatir. " "Kamu siapa ya? " tanya Umi Ainun saat melihat Fahmi dengan tatapan tidak suka karena banyak bekas tato yang menghiasi tubuhnya. "Saya adalah suaminya Nadia, " jawab Fahmi membuat Umi Ainun terkejut. "Apa? suaminya Nadia? Nadia kamu gak salah punya suami kayak gini? " tanya Umi Ainun pada mantan menantunya itu. "I..iya Umi. Dia adalah suamiku, " jawab Nadia tidak enak. "Hah? kamu gak salah Nadia? apa kamu nggak bisa cari pria baik-bai

