Perlahan-lahan mata Ustadz Hafiz terbuka lebar saat mendengar suara tangisan seorang wanita di sampingnya. "Ustadza Nadia.. " panggilnya dengan suara lirih. "Pak Ustadz?! Alhamdulillah ya Allah akhirnya pak Ustadz sudah sadar, " ucap Nadia bersyukur karena Allah masih menyelamatkan nyawa Ustadz Hafiz. Dia sangat ketakutan tadi karena teringat pada mendiang Ustadz Fahmi yang meninggal beberapa tahun silam. Kondisinya sama seperti ini, makanya dia sangat trauma sekali. "Kenapa kamu datang kemari Ustadza Nadia? apa kamu mengkhawatirkan aku? " tanya Ustadz Hafiz membuat Nadia terdiam untuk beberapa saat. "Itu.. aku.. " Nadia bingung harus menjawab apa. Dia tidak mengerti kenapa dia begitu mengkhawatirkan keadaan Ustadz Hafiz. Ustadz Hafiz tersenyum seolah menyadari perasaan Nadia yang

