Ustadz Hafiz melepaskan cengkraman tangannya dari kerah baju koko yang dipakai oleh Fahmi, " Aku akan memikirkannya terlebih dahulu. Secepatnya aku akan memberikan jawabanku. Sekarang lebih baik kalian kembali mengajar ke kelas kalian masing-masing. " Setelah Nadia dan Fahmi keluar meninggalkan ruangan rapat, Ustadz meraup kasar wajahnya dengan mata berkaca-kaca. Dia masih memikirkan syarat yang baru saja diajukan oleh Fahmi. "Apa lebih baik aku mencari muhalil lain tapi.. Nadia sudah meminta Fahmi menjadi muhalilnya." batinnya bimbang. Keputusan ini sangat berat untuk dia ambil. Mungkin dia harus melakukan solat Istikharah dulu sebelum mengambil keputusan ini. *** Beberapa mobil pikap datang membawa box-box besar ke dalam pasantren. Para santri dan santriwati terheran-heran saat me

