Bab 93. Mulai Bertindak

2076 Words

Kamar baby Alan terasa lebih hidup pagi itu, meski suasana tetap dibungkus ketegangan yang samar. Tirai jendela sudah terbuka setengah, membiarkan cahaya matahari masuk lembut, menyentuh lantai kayu dan boks bayi di sudut ruangan. Alan terjaga, matanya bulat dan jernih, tangannya bergerak pelan seolah mencari sesuatu di udara. Alea duduk setengah bersandar di ranjang. Selang infus masih terpasang di punggung tangannya, tapi wajahnya sudah tidak sepucat semalam. Masih lemah, iya. Namun sorot matanya tetap jernih, penuh kendali—bukan sorot orang yang ingin dikasihani. Suster Maya berdiri di samping ranjang, cekatan memeriksa botol infus yang tinggal setetes terakhir. Ia menutup aliran, lalu mengganti dengan cairan baru. Gerakannya tenang, profesional. “Tekanan darah sudah lebih stabil, Mb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD