Pagi itu, Sean terjaga lebih awal karena dirinya tidur di atas sofa bed, yang tentu saja tidak nyaman baginya, dia berjalan mendekat kearah sang kekasih yang tengah tertidur pulas di ranjang. “Morning, Sayang...” sebuah kecupan mendarat di dahi Arsih, membuat wanita itu membuka matanya dengan senyum manis pagi ini. “Bisakah kau tak menggangguku, Sean? Aku masih ngantuk...” bisik Arsih sembari menarik selimutnya kembali. “Ayoolah bangun, aku akan membawamu ke suatu tempat dan mengenalkanmu pada seseorang...” bisik Sean lagi berusaha membujuk sang kekasih. “Siapa lagi yang akan kau kenalkan padaku, hubungan kita masih begitu awal, kenapa kau begitu repot, sih?” ucap Arsih “Kan masih ada waktu, memangnya kau mau kita besok langsung putus? Hmmm...” Arsih masih enggan beranjak dari peradua

