Klimaks

1529 Words

“Saya sudah terlatih, Bu. Dalam menghadapi putri ibu, jadi ibu tidak usah kawatir. Tekad saya sudah bulat, Bu. Walau mungkin sedikit sulit meminta restu keluarga besar saya, tapi ibu tenang saja. Sean akan berjuang sekuat tenaga, sampai titik darah penghabisan untuk bisa menikahi Arsih dengan seluruh restu keluarga, Bu…” ucap Sean berapi-api, hingga membuat ibu Arsih tanpa sadar mengangguk-angguk menandakan kalimat Sean adalah sesuatu yang tertera di hatinya. ‘Mathuk tenan, calon mantuku ki. Yuhh! Wes ra sabar aku ndang mantu.’ ( Duhh, cucok marucok banget ini calon menantuku, udah gak sabar rasanya pengen segera pesta pernikahan) “Janji, ya? Kamu ndak bakal menyerah menghadapi anak ibu. Dan pasti akan menikahi anak ibu. Awas kowe ingkar janji. Ibu akan berdoa terus untuk kelanggengan ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD