" Kalau tutup kita bisa makan di hotel saja.." Ujar Sean dengan santai menuju Arsih berdiri, dan seiring dengan sampainya dia ke arah Arsih, dengan sigap bak kilatan petir Arsih menendang kaki Sean dan berkata " Apaa?! Ulang katamu tadi? Makan di hotel? Kau pikir berapa gajiku, sehingga seenaknya mau aku hamburkan untuk makan di hotel hanya karena restoran sudah tutup haaahh.?!" Arsih menggertakkan gigi, lalu tersenyum melihat Sean meringis kesakitan. "Kalau tempatmakan langgananku tutup, ya DL! Kau akan rugi gak menikmati makanan ternikmat dengan harga aman di kantong!" " Aaaaakkhhhhhh..!!!" Sean meringis kesakitan membuat Arsih terkekeh. "Aku hanya berbaik hati memberi tahu kepadamu tempat mana yang tidak tutup meski sudah malam..." Ujar Sean seraya mengangkat kaki sebelahnya yang

