"Sayaaang... aku baru saja duduk. Teganya kau langsung tinggalkan aku tidur begitu saja...Ayooolaaah sini temenin aku sebentar saja.." rengek Sean yang langsung mendapat jeweran telinga dari Arsih, seperti anak yang ketahuan menonton di saat malam telah larut, hingga akhirnya Sean menurut untuk bersiap tidur. “Ini, sudah malam sayangku, jadi sebaiknya kita tidur dan mengurangi kegiatan begadang tidak penting, tidurlah yang nyenyak, dan mimpi indah...” bisik Arsih sembari tersenyum puas, entah mengapa bersama Sean dia merasa adrenalinnya terpacu. “Tapi, sebaiknya sebelum tidur cuci mukamu dulu dan menggosok gigi, agar nyenyak tidurmu...” “peluk dulu...” pinta Sean sembari merentangkan tangannya dan tersenyum manja menatap sang kekasih. “Mesti?” tanya Arsih pura-pura jual mahal. Hingga me

