Arsih membuka pintu kamar itu tersenyum kecut. "Hmm...andai, kau ada disini, tentu tempat ini akan terlihat lebih indah lagi Sean, apalah daya kau adalah sang pemilik, tentu saja kau bebas mau hadir atau tidak, dan saat ini pasti kau tengah bersama calon tunanganmu yang mungkin baru keluar rumah sakit…" bisik Arsih dalam hati, dia menghempaskan tasnya di sembarang tempat dan meninggalkan kopernya di depan pintu tanpa memikirkan bagaimana nanti rekan satu kamarnya. Arsih langsung menghempaskan tubuhnya dengan kasar diatas kasur empuk kamar itu. "Dasar!! Sengaja banget nungguin calon tunangan, hufftt.!! Ngakunya gak-gak. Eehh ternyata. Dasar buaya darat.." gerutu Arsih kesal. Arsih tertidur lelap, disaat yang lain telah menikmati waktu bersama rekan satu kamar dan yang lainnya. Arsih t

