Tapi setelah berkali-kali dia membaca kartu nama itu dan mengerjab - ngerjab matanya tak ada yang berubah, lalu dia menatap Sean dengan kilatan mata yang tak bisa di sebutkan. Arsih berusaha mengkonfirmasi dengan menatap tajam kearah Sean. Sean mengangguk lemah dan mengenggam kembali tangan wanita yang kini perasaan nya bercampur aduk. Arsih berusaha melepaskan genggaman tangan Sean karena dia masih tak meyakini apa yang ia baca dan apa yang baru saja terjadi. " Sayang. Dengarkan aku. Siapapun aku...aku mencintaimu tulus dengan segenap hatiku. Jadi ku mohon jangan pernah berubah karena kebenaran tentangku.." Arsih memalingkan wajahnya kearah lain, dia berusaha tak meyakini apa yang terjadi, dia ingin seperti biasa Sean hanya mengerjainya hanya karena pria itu ingin di manja. Sean men

