Suara Johannes Sutani yang serak membuat nyali Arsih menciut. Ia memberanikan diri menatap pria dihadapannya seolah ia tengah berhadapan dengan rekan kerja biasa. " Terimakasih atas undangannya ke ruangan ini Tuan, saya masih berharap, bahwa saya berhadapan dengan seorang pengusaha yang paling bijaksana, karena sejauh yang saya dengar hanya Sutani Group yang menjanjikan kesejahteraan total bagi karyawan dan sekuruh anggota keluarga, kalau saya tidak salah menilai, memiliki perusahaan raksasa sebesar ini dengan fasilitas mumpuni tentulah tidak mungkin tercapai jika memiliki pemimpin yang berakal sempit apalagi picik, dan saat ini saya masih memegang teguh keyakinan itu, yakin bahwa tuan adalah orang yang paling bijaksana diantara pengusaha kaya lainnya, jadi saya harus merasa senang ketik

