Johannes Sutani

1430 Words

" Stop. Sudah darling, itu nanti kita bahas dirumah honey, sekarang kita sebagai pemilik acara harus bersikap ramah dan sopan, ingat darl, kamu adalah panutan ratusan ribu orang yang telah bergantung kepadamu, jadi netralkan emosimu, ayooo senyum sayang..." bisik Jennifer lagi membuat Johannes menghela nafas panjang. "Kamu harus kasih pelajaran anakmu itu Jenn, biar dia tahu bagaimana menempatkan diri dan jangan hidup sekehendak hatinya, dia pikir dia siapa? Berlakon seperti badut di hadapan pejabat perusahaan.." Johannes masih menggerutu karena geram. Sedangkan Jennifer terlihat wajahnya cerah, senyum puas terus mengembang diwajahnya melihat puteranya bahagia diatas panggung. " Ingat, Jenn, kalau Sean masih tak bisa kau tangani, aku yang akan menanganinya dengan caraku sendiri, dia ana

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD