“Aku tidak sedang melucu, Sayang. Aku serius...” jawab Sean menatap sang kekasih dengan mimik wajah serius. Haruskah aku katakan sekarang kalau aku Sean Wesley Sutani, yang akan membuat segalanya menjadi mungkin di dunia ini?tapi aku tidak siap dengan resiko yang akan terjadi. “Ahh! Sudahlah. Kau bilang tadi datang bersama siapa? Tukang pukulmu bukan?” tanya Arsih getir. Meski mengetahui kenyataan sedari awal bahwa Sean yang ada di hatinya telah memiliki calon tunangan. Tetapi tetap saja hatinya merasa sakit. Mengetahui sang kekasih sedikit cemburu, membuat Sean kembali mengurungkan niatnya. Aku datang bersama Oliv.. kenapa sayang? Dia yang memaksaku ikut menghadiri acara ini, aku sudah menolaknya, tapi karena dia ayahku mengintimidasi ibuku, aku hanya tak ingin kejadian lalu terulag

