Mood

1520 Words

"Sudahlah. Hilang mood nontonku. Sebaiknya aku mandi dan tidur. Kau sudah menyelesaikan urusanmu di dalam bukan, nah itu air minum dan selimut juga bantalmu, tak ada alasan kau memasuki ke dalam kecuali kau memiliki keperluan ke toilet, paham?!" tanya Arsih di jawab anggukan oleh Sean. Arsih melangkah meninggalkan Sean menuju kamar mandi. Sepeninggal Arsih, mata Sean menatap semua perlengkapan yang di sediakan Arsih sembari menggeleng. 'Bagaimana mungkin aku merasa nyaman dalam kesederhanaan ini. Aku bahkan tidak pernah tidur di sofa semalaman. Tapi mengapa aku begitu candu dengan tempat ini? Aku begitu ingin selalu berada di depan wanita itu, dan aku merasa tenang berada di dekatnya, bahkan aku tertidur dengan pulas meskipun tanpa obat. Ada apa sebenarnya denganku? Ataukah aku pernah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD