Kalimat Arsih yang melunak dan lembut tak seperti biasa, bak sihir bagi Sean yang memang jarang di perlakukan seperti itu, hingga membuatnya menurunkan intonasi suaranya. "Baiklah, Sayang, segeralah. Aku sudah bersama ibuku saat ini, aku akan mengirimkan alamatnya kepadamu. Tolong jangan membuat ibuku menunggu, dia tidak pernah melakukan itu…” Sean menekankan kalimatnya, agar Arsih sedikit memahaminya. "Baiklah, Sayang, aku sedang berjalan keluar kantor, sampai ketemu, ya? Maafin aku sayangku…” jawab Arsih lagi, dibalik telponnya. Sean tersenyum lebar mendengar kekasihnya itu memanggilnya sayang berulang kali. Tingkah laku Sean tak luput dari tatapan mata jeli Jennifer Wesley, wanita cantik yang sangat mencintai putranya. Dan rela mengalah menunggu gadis pujaan hati sang putra. "Sebegi

