67 | Balas Dendam

1864 Words

Elang menatap Ava yang tertidur lelap. Terngiang di kepala tentang kalimat yang Ava ucap beberapa saat lalu. "Nggak lama lagi tanggal kematianku ...." Rahang Elang mengetat. Kematian .... Tidak. Itu tidak akan terjadi di hari yang telah tercatat pada kehidupan pertama. Tidak boleh terjadi. Lagi pula jika sampai kejadian seperti di kehidupan sebelumnya, lalu untuk apa ada kehidupan kedua? Untuk apa ada hari ini dengan waktu yang seakan ditarik mundur ke sebelum Ava merenggang nyawa. Iya, kan? Pasti ada yang berbeda. Bukan berarti Ava tidak akan mati, sejatinya kematian adalah pengiring paling pasti bagi yang hidup, hanya saja bukan di tanggal itu. Tak secepat yang pernah terjadi dahulu. Elang menarik napas panjang. Dia sudah mendapati dirinya berada dalam dunia yang setidak masuk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD