Elan tersenyum sendu saat menatap sang istri yang terlihat sangat terluka atas apa yang baru saja Elan utarakan, meski begitu Elan tetap belum ingin berhenti, jika Ayuna menolaknya, Elan akan membujuk Ayuna sampai sang istri akhirnya setuju. Bukannya dia ingin menjadi suami yangegois dengan memaksakan kehendak dan seolah tidak menghargai perasaan sang istri, namun pria itu memutuskan dengan pertimbangan yang matang, demi kebaikan Ayuna juga. “Saya akan menyiapkan segalanya jika kamu juga sudah siap, Ay. Saya akan mengurus cuti, menyiapkan suster tambahan untuk anak-anak selama saya menjalani masa pemulihan, agar kamu tidak kerepotan.” Elan melanjutkan ucapannya, kembali menegaskan pada sang istri jika pria itu benar-benar telah memiliki persiapan matang hingga akhir, seolah keputusan

