Bab 201 | Obrolan di Ruang Operasi

3412 Words

Wanita itu kembali tersentak dalam tidurnya yang tidak nyenyak, keningnya mengernyit kesakitan dengan tarikan napas yang berat saat kontraksi itu kembali datang, kali ini lebih kuat. Ayuna langsung mengusap lembut perutnya, melirik ke sisi kanan di mana sang suami terlihat tenang dalam tidurnya. Keringat mulai membasahi keningnya dengan tarikan napas yang terasa kian berat. Suaminya itu baru saja bisa lelap setengah jam yang lalu, setelah mengurus Ayuna yang rewel ini dan itu dengan segala drama sulit tidur juga rasa tidak nyaman yang dirasakannya atas kehamilan yang semakin mendekati HPL . “Maaf, ya, Sayang … Bukannya Mama tidak menyayangi kalian dengan tidak mau di-opname sesuai permintaan Papa … Tapi kasihan nanti Abang dan Kakak ditinggalkan terlalu lama oleh kita, Twinnie …”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD