“Ih … salah Ayash! It should be on top! You ale doing it wlong!” Ayuna hanya tersenyum melihat perdebatan kecil ketiga anak-anaknya yang sibuk dengan permainan mereka sendiri, dengan segala barang yang sudah berserakan di sekitar mereka. “Lihat Kakak kalian, Twinnie … Asik sekali bermain membangun rumah-rumahannya, ya? Besok kalian bisa bergabung dan minta diajari oleh Abang dan Kakak, ya?” gumam Ayuna sambil mengusap lembut perutnya. Semakin besar usia kandungannya, Ayuna semakin sering mengajak Baby Twins berdialog. Semakin hari, perasaannya semakin berdebar menuju hari kelahiran anak-anaknya. “Sayang …” Panggilan itu membuat Ayuna yang masih memperhatikan triplets sambil berdialog dengan Baby Twins langsung menoleh. “Mama …” bisik Ayuna melihat mama mertuanya bergabung dan k

