Bab 134 | Hancurnya Putri Danuarta

2830 Words

Napas wanita itu tersengal-sengal efek dari sisa isak tangis memilukan yang masih sulit dia hentikan bahkan setelah hari demi hari berlalu. Setiap hari, waktunya hanya dia gunakan untuk menangis dan meratapi nasib hidup dan kisah percintaannya yang semakin memilukan. Wanita itu terlihat sangat mengenaskan, duduk di pojok ruangan sambil memeluk tubuhnya dengan keadaan yang benar-benar menyedihkan. Tatapannya kosong, kadang terlihat ketakutan sendirian, kadang meraung-raung meneriakkan rasa sakitnya, kadang tertawa keras sendirian, menertawakan nasibnya yang mengenaskan, dan dalam apa pun keadaannya air mata akan selalu menemani, terus jatuh membasahi wajahnya hingga lingkaran hitam telah terbentuk sempurna di bawah cekungan matanya. “Kenapa sulit sekali memiliki kamu, Elan?” Bibirny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD